JAKARTA – Pada tahun ajaran 2013 nanti, kurikulum baru akan mulai diterapkan oleh pemerintah mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Kurikulum SD yang kini berisi 10 mata pelajaran akan dicukur hingga 7 mata pelajaran saja. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.
Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.
Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.
“Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang,” kata Nuh.
Dalam wawancara yang diunggah di laman www.kemdiknas.go.id, Mohammad Nuh juga mengatakan pentingnya perubahan kurikulum.
“Jaman itu nanti berubah, jadi harus dimulai dari sekarang. Kalau kita tidak berubah kita akan menghasilkan generasi yang usang. Generasi yang akan menjadi beban, dan juga tidak terserap di dunia kerja,” katanya.
Mendikbud juga menyatakan bahwa metode pembelajaran akan berubah dari metode hafalan menjadi penalaran dan semuanya terintegrasi dalam tiap pelajaran. (Kemendiknas/Antara/ms)
Cari Yang Anda Butuhkan Disini !...
Labels
- Berita Penting (40)
- Dunia Islam (8)
- Hidayah (3)
- IndonesiaKu (6)
- Kegiatan Sekolah (5)
- Kesehatan (7)
- Prestasi (9)
- SDT Al-Qudwah (5)
- Seputar Banten (1)
- Seputar Guru (4)
- Seputar Keluarga (1)
- Seputar Pendidikan (45)
- Tips dan Trik (1)
- Tokoh Islam (3)
Akses
Profil Saya
Comunity
Kamis, 27 Desember 2012
Kurikulum 2013 : Pelajaran SD dipangkas menjadi hanya 7
Kurikulum 2013 : Silabus Akan di Susun Oleh Pemerintah
JAKARTA, KOMPAS.com — Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan segera berganti dengan kurikulum baru pada 2013 mendatang. Pada kurikulum baru nanti, guru tak lagi dibebani dengan kewajiban untuk membuat silabus untuk pengajaran terhadap anak didiknya seperti yang terjadi pada saat KTSP.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil alih pembuatan silabus pada kurikulum baru nanti. Pasalnya, eksekusi KTSP di lapangan selama ini kedodoran karena kemampuan guru yang beragam dalam membuat silabus.
"Variasi sekolah dan guru itu luar biasa. Ada yang bisa membuat silabus, ada juga yang tidak. Jadi, kalau guru diwajibkan bikin silabus, ya remek," kata Nuh saat berkunjung ke Gedung Kompas, Palmerah, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Ia menambahkan bahwa pengawasan dan kontrol pendidikan dengan kurikulum yang berjalan saat ini juga sulit dilakukan mengingat masing-masing sekolah berwenang membuat silabus dan menjalankan proses pembelajaran sesuai dengan cara yang diketahuinya.
"Mengontrolnya susah bukan main. Persepsi masing-masing guru, masing-masing sekolah itu berbeda," jelas Nuh.
Tidak hanya itu, masalah yang cukup signifikan dan berdampak pada anak didik adalah banyak bermunculannya Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan konten tak sesuai. Hal ini disebabkan kemampuan guru dalam membuat soal latihan untuk murid kadang terbatas sehingga penggunaan LKS dijadikan pilihan.
"Munculnya LKS itu kan karena guru kadang susah membuat soal. Kami juga tidak bisa apa-apa karena kan sudah diserahkan pada sekolah," ungkap Nuh.
"Ya itu, makanya muncul Bang Maman, Bang Mimin, Maria Ozawa dalam LKS anak-anak," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik
Revisi Kurikulum Baru 2013 Sekolah Dasar
Rencana revisi kurikulum baru 2013 pendidikan nasional paling banyak perpengaruh pada sekolah dasar (SD). Untuk saat ini mata pelajaran untuk Sekolah Dasar ada 11 macam termasuk muatan lokal dan bimbingan kepribadian. Rencananya akan dikurangi menjadi 7 mata pelajaran saja untuk tahun ajaran baru 2013.
Namun, Rencana revisi kurikulum baru 2013 pendidikan nasional tersebut tidak akan memangkas jam belajar siswa. Bahkan Kemendikbud masih menganalisis apakah jam belajar sudah mencukupi atau masih kurang? Jadi masalah pengurangan mata pelajaran tidak akan mengurangi jam belajar siswa, kalau meringkas mata pelajaran masih memungkinkan.
Rencana revisi kurikulum baru 2013 pendidikan nasional untuk sekolah dasar (SD) nantinya akan memberlakukan 7 mata pelajaran, yaitu: Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Umum, PPKn, Penjaskes dan Pendidikan Kesenian. Penyederhanaan mata pelajaran tersebut menyesuaikan dengan pola pikir siswa usia Sekolah Dasar. Pembelajaran diharapkan harus lebih mendalam, khususnya mata pelajaran yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan karakter siswa SD.
Badan Penelitian dan Pengembangkan (Balitbang) Kemendikbud masih terus mengolah rencana peringkasan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi satu mata pelajaran IPU (ilmu Pengetahuan Umum) serta mengganti mata pelajaran PKn menjadi PPKn lagi untuk semua tingkat sekolah mulai SD sampai SMA.
Rencana revisi kurikulum baru 2013
Tentunya jika Rencana revisi kurikulum baru 2013 pendidikan nasional diberlakukan, adalah mempersiapkan segala sesuatu dengan adanya perubahan-perubahan dalam kurikulum tersebut. Banyak hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah maupun oleh Pendidik dengan mempersiapan berbagi instrumen yang dibutuhkan untuk revisi kurikulum baru 2013. Semisal Peleburan IPA dan IPS menjadi IPU pasti membutuhkan pengajar yang paham betul materi baru.
Selain itu semua persiapan harus dimulai dari sekarang, mengingat jumlah Sekolah Dasar paling banyak di Indonesia. Sosialisasi sangat diperlukan untuk kebijakan revisi kurikulum baru 2013 pendidikan nasional ini.
Kurikulum Baru : Dua Opsi dalam Penerapan Kurikulum 2013
Jakarta, Kompas - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mempertimbangkan dua opsi dalam penerapan Kurikulum 2013, yang akan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014. Pilihan atas kedua opsi itu masih menunggu masukan sejumlah pihak melalui uji publik yang ditutup pada 23 Desember.
”Prinsipnya, Kurikulum 2013 diterapkan tahun depan, tetapi pola penerapannya masih dipertimbangkan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam kunjungannya ke Redaksi Kompas, Jumat (21/12). Ikut mendampingi, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Suyanto, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom.
Opsi pertama, lanjut Nuh, kurikulum baru diterapkan di kelas I, IV, VII, dan X secara serentak di semua sekolah. Opsi kedua, diterapkan di kelas I, IV, VII, dan X, tetapi hanya di beberapa sekolah.
Jika opsi pertama yang dipilih, kata Nuh, bisa lebih fokus dalam mendidik guru dan menyiapkan buku materi pelajaran. Selain itu, juga mencerminkan kebersamaan karena dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Jika memilih di beberapa sekolah, harus ditentukan kriteria sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013. Sekolah yang dipilih pun harus mencerminkan keberagaman, baik negeri-swasta, kota besar-kecil, maupun sekolah berakreditasi A, B, dan C.
Syawal Gultom mengatakan, untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013, segera disiapkan 40.000 guru yang akan menjadi pelatih inti (master trainer). Mereka dipilih dari guru-guru terbaik dan akan dilatih oleh pelatih guru atau dosen yang juga diuji sebelumnya.
Perbaikan kurikulum
Nuh menegaskan, Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.
Mengacu pada Trends In International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2007 dan 2011, kemampuan siswa Indonesia di bidang matematika dan sains masih rendah. Ini disebabkan materi yang diajarkan di sekolah berbeda dengan yang diujikan secara internasional. Selain itu, juga banyak ketidaksesuaian antara kompetensi yang ditetapkan dalam KTSP 2006 dan materi TIMSS. ”Karena itulah, banyak perbaikan dalam Kurikulum 2013,” kata Nuh.
Menyangkut hasil uji publik yang dilakukan di sejumlah daerah dan melalui sistem online, kata Nuh, Kemdikbud menerima banyak masukan dari berbagai kalangan, antara lain 64 persen dari guru, 20,8 persen dari masyarakat umum, serta dari dosen, lembaga swadaya masyarakat, dan politisi.
Masukan dalam uji publik itu terutama menyangkut struktur kurikulum, penyiapan guru, penyiapan buku, waktu implementasi kurikulum, dan penambahan jam pelajaran.
Mereka yang tidak setuju dalam uji publik itu, ujar Nuh, terutama menyangkut implementasi yang berkaitan dengan kesiapan guru. Selain itu, juga terdapat kesalahan persepsi, seolah-olah mata pelajaran IPA dan IPS akan dihilangkan.
”Secara umum, mayoritas publik mendukung Kurikulum 2013. Namun, implementasinya minta dilakukan secara bertahap” kata Nuh. (THY)
Masalah Pendidikan di Indonesia
Pendidikan adalah suatu penentu agar bangsa kita dapat melangkah lebih maju dan dapat bersaing dengan negara–negara lainnya. Melihat kekayaan alam Indonesia yang melimpah, sangat disayangkan apabila semua kekayaan alam di Indonesia tidak dapat diolah dan dimanfaatkan oleh anak Indonesia sendiri. Hal ini terjadi karena kurangnya Sumber daya manusia yang berkualitas, di mana pendidikan menjadi titik tolak dari keberhasilan suatu negara.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan keterbatasan biaya bagi anak yang kurang mampu, membuat pendidikan di negara ini menjadi suatu masalah yang cukup kompleks. Dibutuhkannya peran dari pemerintah dalam membangun pendidikan.
Gambaran ini tercermin dari banyaknya anak-anak usia sekolah belum mendapatkan pendidikan yang layak, atau bahkan tidak sama sekali. Jangankan di daerah pedalaman, di ibukota sekalipun kita masih dapat menemukan anak-anak yang tidak sekolah, karena tuntutan ekonomi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Sumber daya manusia yang berkualitas, tercipta dari pendidikan yang bermutu dan terstruktur dengan baik. Karena dengan begitu, akan membangun pengetahuan, sikap tertib dan rasa disiplin anak dalam menjadi individu-individu yang bermutu dan beretika. Dengan demikian, akan terlahir pula anak bangsa yang dapat melanjutkan pembangunan dan perkembangan dari negara ini.
Mengingat banyaknya penduduk dan luasnya negara Indonesia, hal ini memang bukan masalah yang mudah untuk dihadapi. Dengan peran pemerintah untuk lebih fokus dalam mementingkan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak, serta kecermatan pemerintah dalam mengembangkan potensi anak, karena tidak sedikit anak-anak yang berpotensi tidak mendapat perhatian dari negara, tetapi lebih mendapatkan perhatian dari negara lain. Bukan hal mustahil bagi Indonesia untuk menjadikan negara ini menjadi negara yang sudah siap bersaing dan menjadi negara yang lebih maju.
Rionald
Mahasiswa Psikologi Bina Nusantara
Redaktur: Miftahul Falah
Selasa, 18 Desember 2012
Sekolah untuk Pengungsi Suriah di Turki Dibuka
REPUBLIKA.CO.ID, KILIS -- Sejumlah guru yang diasingkan mendirikan sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi Suriah di sebuah kota di Turki, yang berseberangan dengan perbatasan Suriah.
Kondisi sekolah di sebelah barat daya Kilis, Turki, itu serba kekurangan. Bahkan, para siswa duduk berdesak-desakan. Satu meja digunakan oleh tiga siswa.
Para guru dan bagian administrasi mencatat banyak siswa yang tampaknya menderita masalah psikologis, dan mereka tidak memiliki pelatihan untuk mengatasinya. Tapi untuk para siswa yang ketinggalan pelajaran akibat pertempuran, pembukaan sekolah itu menjadi pemandangan yang bersahabat.
"Saya lebih bahagia di sekolah lama saya di Suriah daripada di sini, tapi saya senang sekolah ini dibuka," kata murid berusia 13 tahun Hossam Hassanatu, yang tumbuh di dekat Aleppo, seperti dilansir AFP. "Saya meninggalkan sekolah selama enam bulan, saya tidak melakukan apapun, hanya menunggu dan bermain di jalan," kata dia.
Para siswa seperti Hossam yang belajar pagi maupun sore, kebanyakan belajar bahasa Arab, bahasa Inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan. Selama jam sekolah, suara anak-anak yang berteriak-teriak membaca huruf Arab atau bahasa Inggris secara bersama-sama menggema di lorong sekolah.
Ide untuk mendirikan sekolah muncul ketika sekelompok guru Suriah bertemu setelah melarikan diri dari tanah air ke Turki pada musim panas. Mereka memutuskan ingin mendirikan sebuah sekolah bagi anak-anak, yang keluarganya telah membuat keputusan yang sama, dan mengajukan permohonan kepada pemerintah lokal Turki. Ruang kelas akhirnya dibuka untuk para siswa pada 26 November.
Menurut pengawas sekolah Fuad al-Sheikh Sana, saat ini, antara 1.100 hingga 1.200 siswa berusia tujuh hingga 13 tahun hadir setiap hari, namun beberapa anak bergabung hampir setiap hari, keluarga mereka melarikan diri dari Suriah. Mereka adalah bagian dari keluarga yang tak terhitung jumlahnya, yang telah menemukan akomodasi swasta untuk pergi ke kota-kota perbatasan seperti Kilis, daripada pergi ke kamp pengungsian.
Redaktur: Dewi Mardiani
Sumber: Antara
Selasa, 11 Desember 2012
Cara Menghitung Nilai Rapor Semester ?...
Bulan ini kita sedang melaksanakan ulangan umum semester (UUS)/ Ulangan Akhir Semester (UAS). Siswa sering menyebutnya sebagai ujian naik kelas. Oke, formulasi umum nilai raport (NR) semester adalah: (x).NH + (y).UTS + (z).UUS. Bagaimana cara menggunakan formula ini? Mari kita coba membuat sebuah contoh penghitungan nilai raport.
Misalnya, mata pelajaran A mempunyai KKM 70. Seorang siswa telah menjalani ulangan harian sebanyak 3 kali, masing-masing memperoleh nilai 60, 75, 65. Kemudian 3 kali tugas masing-masing mendapat nilai 80, 70, 85. Selanjutnya ujian tengah semester (UTS) memperoleh nilai 65. Andaikata, pada UUS bulan depan mendapat nilai 75 dan persentase penilaian untuk komponen nilai harian (NH)= 70 %, UTS=10 % dan UUS= 20 %, berapakah nilai raport (NR) siswa dan apakah ia tuntas pada mata pelajaran A tersebut?
Penyelesaian:
1. Rata-rata UH= (60 + 75 +65)/3 = 66,6 dan rata-rata tugas (80 + 70 +85)/3 = 78,3 sehingga nilai harian (NH) siswa adalah: rata-rata UH + rata-rata Nilai Tugas = (66,6 + 78,3)/2 = 72
2. Berdasarkan formula yang ada dan ketentuan penilaian semester menurut kurikulum sekolah yang bersangkutan, maka diperoleh:
NR = 70%(72) + 10%(65) + 20%( 75)
=0,7(72) +0,1(65) +0,2(75)
=50,4 + 6,5 + 15
=71,9
3. Nilai raport siswa adalah 71,9 dan telah tuntas pada mata pelajaran A karena KKM = 70
Untuk dapat melakukan penghitungan seperti formula di atas, maka setiap siswa harus mendapat informasi tentang KKM setiap mata pelajaran dan menyimpan setiap hasil ulangan dan tugas yang ada. Jika tidak demikian, niscaya sulit menghitung sendiri nilai yang akan diperoleh pada raport semester mendatang.
Kurikulum Pendidikan 2013 Juga Tekankan Estetika ?..
MATARAM, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, kurikulum pendidikan baru yang direncanakan diterapkan mulai 2013 juga menekankan estetika yang antara lain mencakup seni dan budaya.
"Kalau kita perhatikan kurikulum yang baru, selalu ada pelajaran seni dan budaya karena kita ingin membangun masa depan anak didik yang berbudaya dan memiliki jiwa seni sehingga apa yang disampaikan kepada anak didik bukanlah hal-hal yang tidak memperhatikan nilai-nilai keindahan," kata Nuh pada pembukaan Gelar Tani Nusantara ke-14 di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (7/12/2012) malam.
Ia mengatakan, dalam kurikulum baru yang sedang memasuki uji publik, ditekankan urusan logika etika dan estetika yang diterjemahkan dalam bentuk kompetensi fiskal, kompetensi keterampilan, dan kompetensi pengetahuan.
Pihaknya tidak ingin mencerdaskan seseorang untuk pandai saja, tetapi juga peningkatan logika agar nyaman dalam berkomunikasi dan santun dalam berekspresi.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) makin fokus menggarap tiga wilayah berpikir dan bertindak di kalangan pelajar, yakni logika, etika, dan estetika.
Logika mengandalkan penguatan rasionalitas, etika untuk menumbuhkan kesantunan dalam berperilaku dan berinteraksi, serta estetika untuk tampakan atau ekspresikan keindahan.
Ketiga hal itu menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan 2013, yang disiapkan untuk menggantikan kurikulum pendidikan 2006.
Terdapat empat tahapan uji publik kurikulum baru 2013 yang sedang dijalankan oleh Kemdikbud, yaitu penyusunan kurikulum secara internal di Kemdikbud, pemaparan desain kurikulum di hadapan Wakil Presiden, pelaksanaan uji publik, dan penyempurnaan.
"Hari ini merupakan bagian dari upaya menampilkan keindahan sebagaimana dimaksud dalam kurikulum pendidikan baru itu," ujar Nuh di hadapan ribuan massa yang memadati Lapangan Sangkareang Mataram.
Gelar Tari Nusantara yang berlangsung hingga 9 Desember itu diselenggarakan oleh Kemdikbud bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB serta Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Pesertanya dari 14 provinsi di Indonesia, dan kegiatannya terpusat di dua lokasi, yakni Lapangan Sangkareang Mataram untuk aksi luar gedung dan di Aula Taman Budaya Mataram untuk kegiatan dalam gedung.
Pembukaan Gelar Seni Nusantara 2012 itu diwarnai dengan pentas tari dari 14 provinsi di Indonesia, yang diawali dengan tarian Gendang Beleq yang dipentaskan penari dari NTB sebagai tuan rumah, dan diakhiri dengan tarian Topeng Ireng dari Jawa Tengah.
Gelar Tari Nusantara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Nusantara 2012 yang dipusatkan di Pulau Lombok, NTB.
http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net
Sumber :
ANTARA
Editor :
Benny N Joewono
Komentar :
No Komen : 1
ade herrijanto :: 08-12-2012 09:09:30
Kalau begitu bila disimak kembali ,apakah kurikulum 2006 tidak ada informasi esetetika, !! Kan kurikulum draft 2013 masi uji coba, aneh bin ajaib, boro-2 draft 2013 aduh............. ada?? ha, ha,ha
Kurikulum Baru, SMA Tidak Ada Penjurusan ?..
TEMPO.CO, Jakarta - Kurikulum baru 2013 turut mengubah sistem pendidikan untuk setingkat sekolah menengah atas. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, pelajar SMA tidak lagi dibingungkan dengan adanya penjurusan eksakta, sosial, maupun bahasa. "Anak-anak akan dibebaskan memilih pelajaran yang disukai," kata Nuh ketika ditemui di kantornya, Kamis, 6 Desember 2012.
Menurut Nuh, pendidikan di sekolah lebih baik tidak ada spesialisasi. Alasannya, fakta di lapangan untuk mencari kerja atau meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya tidak ada syarat berasal dari lulusan IPA, IPS, maupun bahasa. "Anak IPS bisa masuk teknik, anak IPA bisa masuk ekonomi, asal lulus ujian masuk," kata Nuh.
Penjurusan, menurut Nuh, kadang menimbulkan bentuk diskriminasi. Ia menuturkan ada stigma khusus untuk jurusan tertentu yang menimbulkan kemudahan atau hambatan bagi jurusan lain. Misalnya, untuk anak lulusan IPA dianggap lebih pintar dan bisa masuk ke semua jurusan, sedangkan IPS dan Bahasa dianggap tidak mampu.
Dengan kurikulum baru ini, Nuh yakin tidak khawatir ada mata pelajaran yang kosong karena pelajar bisa memilih sesuai yang diminati. "Banyak siswa yang ambil mata pelajaran x, tapi sedikit yang ambil mata pelajaran y, itu terserah," kata Nuh. Namun, ia tetap meyakinkan ada mata pelajaran wajib yang masih harus diambil setiap pelajar SMA dan sederajat.
Kurikulum baru akan mulai diperlakukan tahun ajaran baru 2013/2014. Beberapa mata pelajaran dilebur dengan yang lain, dibuat lebih integrasi dan holistik. Untuk mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi 6, sedangkan SMP dari 12 menjadi 10. DI lain pihak, pelajar SMA dibebaskan memilih pelajaran yang disukai. Metode pengajaran dibuat untuk merangsang keaktifan siswa. Diharapkan kurikulum pendidikan baru ini dapat menjawab tantangan zaman.
Mendikbud; Peleburan IPA dan IPS tak Kurangi Substansi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan peleburan atau penyederhaan mata pelajaran IPA-IPS di jenjang sekolah dasar (SD) tidak akan mengurangi substansi pengetahuan yang didapat oleh peserta didik.
"Peleburan mata pelajaran IPA-IPS tidak akan mengurangi subtansi pengetahuan, karena tetap diajarkan yang diintegrasikan dengan tema-tema," kata Mohammad Nuh dalam jumpa pers dengan wartawan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Artinya, pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu.
"Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh, tema energi dapat diajarkan bagaimana pembangkit listrik dimanfaatkan dengan aliran sungai dan menggunakan Bahasa Indonesia," paparnya.
Ia melanjutkan bahan yang menjadi obyek pelajaran yaitu, fenomena sosial, budaya, dan alam. Usia anak-anak di SD yang dibutuhkan, kata dia, adalah keutuhan berpikir atau diajarkan bagaimana berpikir secara holistik.
"Mereka tidak diajarkan pendidikan spesialis, tapi pendidikan secara holistik," ucapnya.
Untuk tingkat SD, lanjut dia, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.
"Beban pelajaran sekolah yang dipikul anak-anak sekarang terlalu berat," tuturnya.
Sebelumnya, Dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Sam Mukhtar Chaniago, mengatakan penggabungan mata pelajaran IPA dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dianggap tidak fokus.
"Belajar bahasa itu bisa masuk ke sains ataupun ilmu sosial. Jangan dibalik, Bahasa Indonesia memakai konsep sains atau ilmu pengetahuan sosial," ujar Sam Mukhtar Chaniago, dalam diskusi di Jakarta, Senin (3/12).
Sementara itu, Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung Iwan Pranoto, mengatakan jika IPA atau IPS diajarkan ke dalam Bahasa Indonesia, perlu dipertanyakan pengukurannya. Perlu diperjelas apakah pembelajaran tersebut berdasarkan kaidah bahasa atau sains.
"Bangsa ini perlu menguatkan pendidikan dalam sains, teknologi, teknik, seni, dan rekayasa. Hal ini bisa menjadi modal bangsa untuk memajukan peradaban," kata dia.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
Sabtu, 08 Desember 2012
UN : Sosialisasi Kisi-kisi Ujian Nasional UN 2013 ?...
Para pelajar yang ada di tingkat akhir jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA ataupun SMK tahun depan harus masih menjalani Ujian Nasional (UN). Walau sudah banyak yang menantang dan menyayangkan aturan ini. Saat ini Kemendikbud bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) masih terus menyempurnakan kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2013.
Kisi-kisi UN 2013 yang telah dibuat sejak tahun 2012 ini ditargetkan selesai pada pekan kedua atau pekan ketiga bulan November untuk selanjutnya segera disosialisasikan ke sekolah-sekolah sehingga para guru dapat fokus mempersiapkan anak didiknya. Sehingga targetnya sosialisasi kisi-kisi UN 2013 sudah bisa dilakukan bulan November.
Pembuatan kisi-kisi UN 2013 juga didasarkan dan dikembangkan pada kurikulum yang tengah diajarkan guru pada anak didiknya. Oleh sebab itu, pendalaman materi bagi anak didik sebenarnya dapat dilakukan tanpa menunggu kisi-kisi.
Sebenarnya sosialisasi kisi-kisi UN 2013 baru bisa dilakukan setelah BSNP memberi mengizinkan untuk melansir kisi-kisi UN tersebut. Karena secara teknis, Kemendikbud hanya berwenang memberikan konsep atau draf kisi-kisi UN, langkah selanjutnya menjadi wewenang penuh BSNP sebagai badan yang bertanggungjawab besar pada UN.
Hati-hati dan jangan mempercayai kisi-kisi atau bocoran soal UN yang diperjualbelikan bebas di pasaran. Karena, tidak akan ada kisi-kisi atau kunci jawaban UN yang diperjualbelikan. Kisi-kisi UN 2013 tidak disajikan dalam bentuk butir-butir soal. Melainkan kisi-kisi yang diberikan hanya menampilkan judul, atau panduan mengenai materi apa saja yang akan diujikan.
Sumber: Kompas.com
Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/10/sosialisasi-kisi-kisi-ujian-nasional-un.html#ixzz2ETSgcj6Q
Pendidikan Indonesia Ada di Peringkat ke-69 di Dunia ?...
Pendidikan menjadi pondasi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan menjadi sarana untuk membentuk generasi penerus bangsa. Semakin maju kualitas pendidikan semakin maju pula negara tersebut. Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian suatu bangsa. Pendidikan adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait. Kemajuan pendidikan tidak terlepas dari peran semua elemen masyarakat.
Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata baik. Menurut Education For All Global Monitoring Report 2011, menyebutkan pendidikan Indonesia masih tertinggal. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh UNESCO, yang dikeluarkan setiap tahun yang berisi hasil pemantauan pendidikan dunia, pendidikan Indonesia ada di peringkat ke-69.
Perkembangan pendidikan Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Indonesia yang ada di posisi ke-69 berdasarkan Education Development Index (EDI), kalah dengan negara tetangga, yaitu Brunei yang ada di peringkat ke-34 dan Malaysia di peringkat ke-65.
Tidak meratanya pendidikan juga mengakibatkan kualitas masyarakat Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun karakter bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian suatu bangsa.
Selain tidak meratanya pendidikan, akses pendidikan di Indonesia juga perlu mendapat perhatian, lebih dari 1,5 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan sekolah. Sementara dari sisi kualitas guru dan komitmen mengajar terdapat lebih dari 54 persen guru memiliki standar kualifikasi yang perlu ditingkatkan dan 13,19 persen bangunan sekolah dalam kondisi perlu diperbaiki.
Untuk memajukan pendidikan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja, semua elemen masyarakat harus ikut bergerak untuk memperbaiki kuliatas pendidikan. Semakin besar kesempatan masyarakat Indonesia dapat mendapatkan pendidikan berkualitas, akan mampu mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi serta mampu menjawab tantangan global.
Sumber Berita : http://www.sekolahdasar.net
Kurikulum 2013 : Koalisi Pendidikan Tolak Perubahan Kurikulum 2013
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA -- Anggota masyarakat dan LSM yang tergabung dalam koalisi pendidikan menolak kurikulum baru 2013.
Koalisi yang terdiri dari kalangan Federasi Serikat Guru Indonesi, orang tua murid, dan pemerhati pendidikan. serta elemen masyarakat bersama-sama mendatangi kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), di Jakarta, (5/12).
'Kami sepakat menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013,'' ujar juru bicara elemen masyarakat menolak perubahan kurikulum 2013, Romo Benny.
Menurut Benny, perubahan kurikulum yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak memiliki latar belakang kuat dan terkesan terburu-buru. Sehingga, alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada tak dapat menjamin pendidikan di Indonesia lebih baik.
"Kami menolak perubahan kurikulum karena tak ada alasan dan latar belakang jelas mengapa kurikulum harus diubah. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan,'' terang Benny.
Menurut Benny, perubahan kurikulum yang coba diaplikasikan pada medio 2013, tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006. Ditambah, perubahan itu tanpa melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
Benny menyarankan pemerintah sebaiknya lebih fokus pada peningkatan kualitas guru karena 62 persen guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya mengikuti pelatihan hanya sekali dalam lima tahun. Bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980.
Redaktur: A.Syalaby Ichsan
Reporter: Rusdy Nurdiansyah
Senin, 03 Desember 2012
IM : Wapres Apresiasi Indonesia Mengajar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Boediono mengapresiasi keberadaan Indonesia Mengajar (IM). Ia mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya berita negatif di media massa, padahal sebenarnya banyak hal positif yang tidak diberitakan.
Baginya, keikutsertaan Pengajar Muda dalam aktivitas nyata di tempat yang jauh dari kenyamanan merupakan isyarat baik bagi masa depan Indonesia. Ia berpesan agar Pengajar Muda mengajar sepenuh hati agar menjadi inspirasi.
"Ini bukti yang sangat nyata bahwa idealisme di antara generasi muda kita itu ada. Saya sangat bangga," kata Boediono, dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (1/11).
Boediono juga mengapresiasi dukungan dunia usaha terhadap IM. Dia berharap IM mampu merangkul dukungan yang lebih luas ke depannya.
Selain itu menurutnya, hasil audit keuangan IM bisa menjadi jaminan bahwa Indonesia Mengajar mengelola titipan para mitra dengan amanah . Baru-baru ini, kantor akuntan publik PwC Indonesia memberi opini tertinggi untuk laporan keuangan IM.
Hingga saat ini, sejumlah perusahaan terlibat mendukung IM di antaranya Indika Energy, Perusahaan Gas Negara, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Indosat. Selain dunia usaha, masyarakat juga terlibat dalam menyokong keberlangsungan gerakan ini lewat program Donasi Publik.
Redaktur: Fernan Rahadi
Inilah Perubahan dalam Kurikulum Pendidikan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan dari semua perubahan kurikulum itu, yang paling esensial yang terjadi di tingkat SD. Nantinya, pendekatan yang dilakukan bersifat tematik integratif. Siswa diajak untuk melihat, memperhatikan, mengobservasi lingkungan dan tidak lagi diorientasikan pada hafalan.
Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran. Artinya, kedua mata pelajaran itu tidak diajarkan secara terpisah tetapi dilebur dalam mata pelajaran lainnya. Prosesnya, tema-tema yang ada pada dua pelajaran itu diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran.
Untuk IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasan Indonesia, Matematika, dan lain-lain. Sedangkan untuk IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.
Dua hal penting lainnya, lanjut dia, kurikulum 2013 adalah muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Penjaskorkes. Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
“Dengan demikian, tidak ada substansi pelajaran yang hilang dari kurikulum SD ini. substansi pelajaran sains justru menjadi muatan kurikulum,” katanya di kantor Wapres, Selasa (13/11).
Artinya, jika tahun ini SD memiliki 10 mata pelajaran yakni pendidikan agama; pendidikan kewarganegaran; bahasa Indonesia; matematika; IPA; IPS; seni budaya dan keterampilan; pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan; muatan lokal; dan pengembangan diri.
Dengan kurikulum baru, akan dilebur menjadi hanya enam mata pelajaran, yakni pendidikan agama; pendidikan pancasila dan kewarganegaraan; bahasa Indonesia; matematika; seni, budaya dan prakarya; serta pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan. “Dari 10 mata pelajaran yang saat ini ada ditingkat SD akan dilebur menjadi hanya enam mata pelajaran. Jumlah jam bertambah empat jam pelajaran/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran,” katanya.
Untuk Bahasa Inggris di SD, keberadaannya dipertahankan. Bahasa Inggris tetap sebagai mata pelajaran dalam kelompok muatan lokal dalam kurikulum 2013.
Sementara untuk kurikulum SMP, SMP, dan SMK pendekatannya yakni mata pelajaran. Untuk penerapannya, akan dilakukan di kelas tertentu tetapi berlaku di seluruh Indonesia. Rencananya, hanya kelas 1, kelas 3, dan kelas 5 SD sedangkan untuk tingkat SMP pada kelas 7 yang akan merasakan uji publik dari kurikulum baru ini. Uji publik ini akan dilakuan sekitar akhir November tahun ini.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Esthi Maharani
Kurikulum Baru Permudah Tugas Sekolah ?...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemberlakukan kurikulum baru diyakini mempermudah tugas tiap sekolah.
Pasalnya, dalam kurikum yang kental dengan Attitude, Skill dan Knowledge (ASK) ini sekolah tidak perlu lagi membuat kurikulumnya sendiri.
Dalam kurikulum lama, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kewenangan membuat kurikulum diberikan pada sekolah masing-masing.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suyanto, mengatakan tidak semua sekolah mampu membuat kurikulumnya sendiri. "Itu sebabnya kurikulum diubah supaya sekolah tidak susah membuatnya," ujarnya saat ditemui di Kemendikbud, Rabu (28/11).
Suyanto menyebut tidak semua guru dibekali profesionalisme pembuatan kurikulum. Untuk itu, pada tahun ajaran 2013-2014 mendatang, kewenangan membuat kurikulum kembali lagi ke pemerintah.
Hal ini juga dimaksudkan agar kurikulum baru diharap menjadi pemersatu menjadi salah satu upaya pemersatu bangsa.
Kemendikbud tak khawatir mengenai uji publik yang rencananya di lakukan di lima kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Yogyakarta, Makassar dan. Denpasar.
Menurut Suyanto, tidak perlu melibatkan semua anak didik. Cukup dengan melibatkan perwakilan berbagai kalangan, di antaranya sekolah, guru, pengamat pendidikan, praktisi pendidikan anggota DPR.
Lima kota besar yang akan disasar adalah Jakarta, Medan, Yogyakarta, Denpasar dan Makassar. Pemilihan kelima kota ini didasarkan pada jumlah penduduk, kepadatannya dan jumlah peserta didiknya. Selain lima kota tersebut, terdapat 33 kota dan kabupaten yang juga dipilih sebagai lokasi uji publik.
Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Qommarria Rostanti
Mendiknas: Tak Ada Penghapusan Mata Pelajaran SD ?...
REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan tidak ada mata pelajaran yang dihapus atau dihilangkan dalam kurikulum 2013 yang sekarang sedang diuji publik.
"Mata pelajaran diintegrasikan bukan dihapus karena IPA dan IPS tetap akan masuk dalam kurikulum pelajaran sekolah dasar,'' kata Mendiknas.
Namun, sejumlah pelajaran, seperti IPA dan IPS diintegrasikan dalam pelajaran lain. Ia mengatakan, kurikulum 2013 yang kini sedang dalam tahapan uji publik menekankan pendidikan berbasis kompetensi.
Maksudnya agar sejak sekolah dasar anak diajarkan bagaimana bersikap jujur, memiliki keterampilan, dan wawasan yang luas atau berilmu.
Dia menjelaskan, dari 10 mata pelajaran sekolah dasar disisakan enam, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika. Matematika dan sains menjadi landasan untuk mendorong generasi muda berpikir rasional.
Nuh menambahkan, kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman adalah keharusan yang kini dibutuhkan untuk mendorong kualitas pendidikan.
Dengan melibatkan semua lapisan aktif mendorong siswa yang berkompetensi termasuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan guru.
Kemendikbud berkeliling daerah untuk melaksanakan uji publik kurikulum tahun 2013.
Sumatera Selatan menjadi daerah kedua uji publik setelah Yogyakarta, sebelum dilaksanakan tahun ajaran baru kurikulum 2013.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
Sabtu, 01 Desember 2012
Kurikulum : Butuh Ratusan Miliar Ubah Kurikulum Pendidikan Nasional
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berencana akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan pada tahun 2013 mendatang. Besarnya anggaran pergantian kurikulum pendidikan nasional menelan angka ratusan miliar. Karena itu, perubahan ini diimbau tidak berakhir sia-sia.
“Pergantian kurikulum pendidikan nasional itu tidak gratisan. Saya berharap besarnya anggaran penyempurnaan kurikulum pembelajaran dan pembukuan dalam rangka penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 berbanding lurus dengan output yang akan didapatkan,” kata anggota Komisi X DPR Herlini Amran, Senin (26/11).
Anggaran sebesar Rp 171 miliar itu dimasukkan ke Direktorat Badan Penelitian Dan Pengembangan. Usulan peningkatan menjadi sebesar Rp 179 miliar bakal lagi pada tahun 2013 oleh Kemendikbud.
Mencermati itu, Herlini meminta Mendikbud memberikan laporan evaluasi perkembangan kurikulum pendidikan yang lalu kepada Panja Kurikulum Komisi X DPR sebelum menjelaskan kepada publik setiap hasil penelitian kurikulum, sekolah rintisan kurikulum, model kurikulum, dan bahan kebijakan yang dibiayai anggaran tersebut.
“Ini menjadi penting sebagai evaluasi bahwa KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) memang telah diteliti layak disempurnakan,” ujarnya.
Legislator PKS ini melihat, jika evaluasi berbasis riset itu tidak dilakukan, akan terjadi konsepsi keliru penyusunan kurikulum. Dia khawatir, produk itu akhirnya prematur lagi seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya.
“Atau mungkin benar adanya, kurikulum baru itu, ya proyek buku baru Kementerian. Seperti saat Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) kemarin menyatakan bukunya sudah siap dicetak. Padahal belum ada evaluasi kurikulum lama, begitupun kurikulum baru belum di uji publik dan sempurnakan lebih lanjut,” ujarnya.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Indah Wulandari
Kurikulum Pendidikan Berubah Tahun Depan
Kurikulum tersebut sudah dipaparkan dihadapan Wakil Presiden, Boediono, dan dalam waktu dekat akan segera diuji publik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan pemerintah harus melakukan pengembangan kurikulum. “Diharapkan kurikulum ini bisa diterapkan pada tahun ajaran baru 2013-2014,” katanya saat memberikan keterangan pers di kantor Wakil Presiden, Selasa (13/11).
Rektor universitas Paramadina, Anis Baswedan mengatakan kurikulum itu mengalami peningkatan dari kurikulum sebelumnya. “Dari sisi kualitas, kurikulum akan mengalami peningkatan,” katanya.
Menurutnya, dengan peningkatan kurikulum ini maka konsekuensi ke depan yang juga jadi tantangan adalah perlunya peningkatan kualitas guru. Karena, guru menjadi salah salah satu kunci agar kurikulum bersifat tematik integrative ini bisa berjalan. “Harapannya, peningkatan kurikulum ini bisa tercapai. Karena kurikulum ini mensyaratkan kualitas yang baik, maka kualitas guru pun harus baik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim menegaskan perubahan kurikulum ini bukan menghilangkan beberapa pelajaran seperti Bahasa Inggris. Mata pelajaran itu tetap diajarkan, tetapi tidak menjadi wajib alias ekstrakulikuler.
“Tidak benar kalau dalam kurikulum ini mata pelajaran itu dihilangkan. Hanya tidak menjadi pelajaran wajib,” katanya. Ia juga membantah menghilangkan dua mata pelajaran yakni IPA dan IPS. Yang terjadi adalah peleburan keduanya di mata pelajaran lainnya. Cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa, utamanya siswa SD berdasarkan sains.
Pakar Pendidikan, Ratna Megawangi ikut menegaskan tema-tema yang akan disampaikan dalam mata pelajaran SD sangatlah sains. Proses itu, diyakininya akan merangsang anak untuk bertanya. Karena, selama ini anak-anak lebih banyak bersikap pasif. “Nanti dalam kurikulum ini, anak diajak dan didorong untuk lebih aktif,” katanya.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Esthi Maharani
Kurikulum 2013 : Inilah Perubahan dalam Kurikulum Pendidikan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan dari semua perubahan kurikulum itu, yang paling esensial yang terjadi di tingkat SD. Nantinya, pendekatan yang dilakukan bersifat tematik integratif. Siswa diajak untuk melihat, memperhatikan, mengobservasi lingkungan dan tidak lagi diorientasikan pada hafalan.
Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran. Artinya, kedua mata pelajaran itu tidak diajarkan secara terpisah tetapi dilebur dalam mata pelajaran lainnya. Prosesnya, tema-tema yang ada pada dua pelajaran itu diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran.
Untuk IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasan Indonesia, Matematika, dan lain-lain. Sedangkan untuk IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.
Dua hal penting lainnya, lanjut dia, kurikulum 2013 adalah muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Penjaskorkes. Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
“Dengan demikian, tidak ada substansi pelajaran yang hilang dari kurikulum SD ini. substansi pelajaran sains justru menjadi muatan kurikulum,” katanya di kantor Wapres, Selasa (13/11).
Artinya, jika tahun ini SD memiliki 10 mata pelajaran yakni pendidikan agama; pendidikan kewarganegaran; bahasa Indonesia; matematika; IPA; IPS; seni budaya dan keterampilan; pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan; muatan lokal; dan pengembangan diri.
Dengan kurikulum baru, akan dilebur menjadi hanya enam mata pelajaran, yakni pendidikan agama; pendidikan pancasila dan kewarganegaraan; bahasa Indonesia; matematika; seni, budaya dan prakarya; serta pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan. “Dari 10 mata pelajaran yang saat ini ada ditingkat SD akan dilebur menjadi hanya enam mata pelajaran. Jumlah jam bertambah empat jam pelajaran/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran,” katanya.
Untuk Bahasa Inggris di SD, keberadaannya dipertahankan. Bahasa Inggris tetap sebagai mata pelajaran dalam kelompok muatan lokal dalam kurikulum 2013.
Sementara untuk kurikulum SMP, SMP, dan SMK pendekatannya yakni mata pelajaran. Untuk penerapannya, akan dilakukan di kelas tertentu tetapi berlaku di seluruh Indonesia. Rencananya, hanya kelas 1, kelas 3, dan kelas 5 SD sedangkan untuk tingkat SMP pada kelas 7 yang akan merasakan uji publik dari kurikulum baru ini. Uji publik ini akan dilakuan sekitar akhir November tahun ini.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Esthi Maharani









